
Saat raga bertemu dengan raga
Kuharap itu sebuah pertanda
Pertanda bahwa engkau bisa disini
Temani raga yang terasa kosong dan tidak berdaya
Bertanya-tanya apakah bisa kita bersama
Bisakah kita berjuang bersama?
Awal baik yang kudambakan memang jelas terlihat
Tetapi kenyataan memang kelewatan jahat
Tak ada kata-kata, hanya sekedar rasa
Rasa yang kau curi dan tidak berbalas
Bodoh, iya memang bodoh
Memberi tapi berharap untuk menerima
Menerima rasa yang sama
Tapi ternyata hanya percuma
Ekspektasi begitu hebat dalam kepala
Realita jauh lebih pekat di terima
Tak ada lagi ekspektasi
Hanya ada realita yang menghiasi
Realita ini menyakiti hati
Tapi percayalah, akan manis setelah di lewati..
-R
Tidak ada komentar:
Posting Komentar