"Titik hidup yang melelahkan terjadi di sini"Setiap bertambahnya usia gw merasakan sebuah perubahan yang baik, pertemanan yang semakin lekat, kemampuan diri yang terus berkembang, menciptakan sesuatu yang baru, dan menjadi dampak bagi kehidupan orang lain.
Ya...... itu harapan gw setiap bertambahnya usia.
Tapi kenyataan tidak semanis itu kawan, gw percaya hidup memang kadang naik dan turun, tetapi gw merasakan kapasitas naik yang selalu sama setiap harinya, iya segitu-segitu aja.
Hidup gw di umur segini terasa melelahkan, bukan lelah fisik atau pun hati, tetapi lelah otak memikirkan bagaimana cara untuk merubah hidup yang terus menjadi rutinitas tanpa ada kualitas. Bangun pagi, kerja, pulang, main, tidur, bangun lagi, dan seperti itu seterusnya, diiringi dengan banyak rencana, tapi tanpa tindakan untuk melakukannya.
Sebut saja, ingin membuat konten video yang baik, sebut juga menulis blog secara rutin menceritakan peristiwa hidup yang menarik untuk diceritakan, lalu membuat cover lagu, berolahraga setiap hari, meningkatkan berat badan, belajar investasi, membaca buku demi memperluas wawasan, sebanyak itu dan tidak ada yg terealisasikan, mungkin belum ada menjadi kata yang tepat, tapi sampai kapan?! kata "belum" berubah menjadi "sudah"?!
Sedih jujur, menjadi orang yang banyak kemauan, keinginan, dan niat, tapi tidak ada aksi untuk berbuat. Mungkin malas, mungkin lelah, mungkin hasil yang kurang memuaskan, mungkin banyak kemungkinan yang membuat diri ini seperti ini.
Salah satunya mungkin bisa jadi memang sedang dihadapkan yang namanya Quarter Life Crisis, dan memang benar, ciri-ciri QLC terjadi di hidup gw. Rutinitas, hidup yang membosankan, bermalas-malasan, mulai membandingkan diri dengan orang lain, apakah ini wajar?
Mungkin iya mungkin tidak, bisa jadi kita sendiri yang mewajarkan dan membiarkan ini terjadi dalam hidup. Karena kita pada dasarnya bisa merubah diri sesuai dengan yang kita mau, kita bisa rajin kalau kita mau, kita bisa terkenal kalau kita mau, kita bisa jadi super model kalau kita mau, kita bisa melakukan semuanya asal kita mau, tapi bukan hanya mau saja, tapi mau berusaha dan menjalani proses untuk mencapainya.
Dan di umur gw saat ini gw mau, tapi tidak mau menjalani prosesnya. Kalau bisa ngomong sama diri sendiri, akan gw maki diri ini, betapa bodoh dan naif nya diri ini, menginginkan sesuatu tanpa mau menjalani prosesnya, yang baru sejam berusaha sudah berhenti dan berbaring.
Maka dari itu, gw ingin memecahkan telur berisi masalah ini dan menjalani hidup yang gw mau jalani prosesnya. Jangan takut akan apa yang bisa terjadi, coba mengerti lah dengan apa yang telah terjadi, biar proses itu berjalan, dan kita belajar dari kesalahan. QLC bukan untuk di takuti tapi untuk di mengerti, bahwasanya hidup ini kita yang menentukan, bukan berdasar pada fakta yang membuat kita mewajarkan seluruh keresahan ini dan membiarkannya terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar